My Stories …

Just another WordPress.com weblog

I LOVE U BECAUSE…

TANPA disadari, banyak hubungan yang patah hilang dan berganti karena tidak memiliki komitmen.

I love her because of the way she treats me,
I love him because of the way he makes me feel,
I love her because she’s so beautiful,
I love him because he’s feeling on my feet with roses and jewels,

Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yang dianggap indah. It may sound romantic dan melakukan hal tersebut bukan sesuatu yang salah. However, sometimes too romantic that we often hear people saying that in cinema, with us eating pop corn and sush-ing rude people.

Mungkin kita sendiri sering berpikir:

I love her because of the way she treats me (what happens if she stops treating you the way you love?)
I love him because of the way he makes me feel (then what happens ig he stops making you feel that way?)
I love her because she’s so beautiful (three weeks later, a bus hit her..)
I love him because he’s feeling on my feet with jewel’s and roses. (out of blue, he broke that he could’nt buy you roses and jewels anymore.)

Jarang ada yang mengatakan,
“Saya Sayang Dia karena Saya INGIN Sayang Dia”.

Itulah KOMITMEN.

Komitmen adalah sumber kekuatan bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinya.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami, menerima dia ketika sedang tampan dan menerima juga manakala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh, dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Komitmen memberi perhatian, komitmen menjadi orang tua, komitmen menjadi sahabat hidup, komitmen memberi kasih sayang dan segala komitmen lain, apapun bentuknya.            

That’s how far a commitment will take you
Commitment will give me the strength to make me love someone…. unconditionally.
It’s tough but hey…he will love me back the same way.
I love you because i want to… T
hat’s a powerful sentence, right there.

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dulu atau mendadak miskin.

Will you still love them, then? That’s why you need commitment.

Don’t Love Someone Because of What/How/Who They are.
From Now On, Start Loving Someone Because You Want To.

Januari 26, 2010 - Posted by | Renungan

22 Komentar »

  1. hmmmm…dalemmm booooo
    co cwiiiitttttttt

    oke, from now, i will start loving someone because i want to !!
    *lho !!! jadi selama ini???*

    Komentar oleh AFDHAL | Januari 26, 2010 | Balas

    • Hehehehe….. Glodak?! Ada yang mau pengakuan rupanya…. Hehehe…..

      Komentar oleh kukuh234 | Januari 29, 2010 | Balas

  2. yes indeed… (om nh mode : ON), cinta tidak beralasan. dia adalah kata hati, tak bisa diwakilkan dengan kata apapun. dia adalah soal rasa… hanya saja, yang membedakan cinta sejati dan bukan adalah, seberapa logiskah cinta yang sedang dijalani itu… yups, akal dan rasa harus seimbang 😀

    salam kenal nih…
    berkunjung melalui rumahnya Om NH 🙂

    Komentar oleh vizon | Februari 2, 2010 | Balas

  3. salam kenal mas. Lagi bersama Mas Trainer (NH18) ya mas Kukuh ❓

    sampaikan salam saya buat Pak NH18 yang seruangan dengan anda di bali sekarang.

    salam.

    Komentar oleh badruz | Februari 2, 2010 | Balas

  4. Cieeeeehhh….ada odol juga di sini 😛 wekekeke…

    Salam kenal ya Kukuh…saya salah satu keponakan badungnya om Trainer 🙂

    Komentar oleh yessymuchtar | Februari 2, 2010 | Balas

    • keponakan??? sapa tuh yang ngaku keponakan???

      Komentar oleh AFDHAL | Februari 8, 2010 | Balas

  5. i almost shade my tears for this … very touchy

    lam kenal ahhh

    Komentar oleh Dinot | Februari 2, 2010 | Balas

    • With my honor and my pleasure…. Salam Kenal juga Dinot…. 😀 Terima kasih buat kunjungannya…

      Komentar oleh kukuh234 | Februari 4, 2010 | Balas

  6. sayang ya karena sayang gak ada alasannya kan?

    PS :
    hehehehe aku mampir kesini dari blog Om NH 😀
    hi mas…salam kenal 🙂

    Komentar oleh Ria | Februari 2, 2010 | Balas

  7. Wah…:D
    perkara komit memang perlu mendapat ‘perhatian’ lebih..

    Komentar oleh Putri | Februari 3, 2010 | Balas

  8. Terima kasih Semua buat kunjungannya…. Iya, emang urusan cinta kesannya gampang tapi seperti mengerjakan PR matematika. Harus nemu rumus yang jitu supaya bisa menjalaninya dengan lebih mudah…. 😀

    Komentar oleh kukuh234 | Februari 4, 2010 | Balas

  9. See …
    Makelar Blog Strikes Again …
    Hahahaha …

    So benk … Keep On Writing …
    Sekarang kamu baru tau betapa ampuhnya tulisan kamu …
    Background kamu pun sangat mendukung …

    So jangan kecewakan para pembaca (baru) mu …
    Dan jangan lupa kunjungi balik mereka …

    OK ? OK ?

    Your Room Mate @ Ayana
    (yang sama-sama kelaperan malam ituh …)
    hahahaha

    Komentar oleh nh18 | Februari 5, 2010 | Balas

    • Siap Pak, 86! (means: Kerjakan) …. 😀

      Komentar oleh kukuh234 | Februari 8, 2010 | Balas

  10. Hai, Kukuh.

    Setuju, komitmen adalah penting untuk menjaga setiap relationship. Harus ada niat yang kukuh *eh, itu nama kamu, kan? hehe* untuk terus menjaga passion itu tetap menyala dan berkobar sekalipun waktu terus berjalan…

    Tapi memang, mencintai seseorang pastinya didasari oleh satu hal yang spesifik. Maksudku, untuk memulainya, pasti ada trigger-nya. Tapi kelak, ketika hari berjalan, tentunya kita akan menemukan alasan kenapa kita ingin selalu mencintai pasangan itu… and my friend, saat itulah kita tahu, kita memang menginginkan hati kita untuk mencintainya… 🙂

    Beugh, komentarku panjang dan nggak nyambung ya, Kuh?
    Salam kenal dulu yah.. hehehe

    Komentar oleh jeunglala | Februari 8, 2010 | Balas

    • Ini komentar mantab… Thanks Jeung Lala…

      But, jujur, sempat nggak percaya juga sih, kenapa komitmen itu terasa soooooo complicateddddd untuk dijalani…. Butuh banget kesabaran, toleransi yang tinggi, dan juga selalu diingatkan dengan tujuan dasar kita untuk mencintai seseorang… Terlebih, disaat kita down pastinya…

      Just penasaran, apakah komitmen seperti ini juga dirasakan oleh semua orang???? Oleh semua manusia di muka bumi ini?? Ada nggak ya yang nggak pernah merasakannya???

      Ppffff…..

      Komentar oleh kukuh234 | Februari 8, 2010 | Balas

  11. ciehhhh kukuh udah banyak fans’nya
    bener-bener gak kukuhhhhhhh dehh

    Komentar oleh Afdhal | Februari 13, 2010 | Balas

    • Kakakaka……… 😀

      Komentar oleh kukuh234 | Februari 15, 2010 | Balas

  12. hayaaaa….
    Itulah yang selalu gw katakan pada orang terkasih,
    There’s No Reason to Love You

    hehhe..

    Komentar oleh -'moRis- | Februari 15, 2010 | Balas

    • Yap…. Just love….. 😀

      Komentar oleh kukuh234 | Februari 17, 2010 | Balas

  13. Setuju bngt dengan posting ini…
    Love with your heart not your brain!!

    just share artikel tentang penerimaan seseorang (smg tdk bosan bacanya..)

    PENERIMAAN

    Nats: Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya (Roma 14:1)

    Mirna dan Jack hidup dalam obat bius, pesta-pora, dan kumpul kebo.
    Mirna mengira orangtua Jack pasti sangat membencinya. Ia keliru. Pada malam Natal, mereka berdua diundang makan bersama keluarga Jack.
    Mirna memakai kostum ala penyanyi rock dengan tato di tangan, tetapi orangtua Jack tetap bersikap ramah. Ibu Jack sering menelepon sesudah itu. Memberinya nasihat rohani. Mulanya Mirna mencibir. Suatu hari kecanduannya makin parah. Mirna merasa sangat ketakutan, lalu menelepon si ibu. Orangtua Jack datang bersama pendeta, mendoakan dan memeluknya. Ia terharu sekali karena merasa diterima. Sejak itu Mirna dan Jack menerima Kristus.

    Dalam pergaulan sehari-hari, kerap kita jumpai orang yang imannya lemah. Ada yang masih percaya takhayul, gaya hidupnya duniawi, atau terikat dosa tertentu. Banyak pula yang belum beriman, bahkan mencela Kristus. Bagaimana sikap kita? Menghakimi dan menjauhi mereka? Rasul Paulus menantang kita untuk menerima mereka apa adanya (ayat 7), sebagaimana Kristus telah menerima kita. Menerima bukan berarti menyetujui perbuatan dosanya, melainkan “menanggung kelemahannya”
    (ayat 15). Artinya, berusaha menanggung rasa tidak nyaman ketika menghadapi kelemahannya, sambil berdoa dan berusaha membangun imannya.

    Menerima orang seperti Mirna tidaklah mudah. Lebih gampang meninggalkan orang bermasalah seperti dia, lalu bergaul dengan kawan seiman yang lebih menyenangkan. Di sini dibutuhkan penyangkalan diri, kesabaran, dan kerendahan hati. Namun, percayalah: penerimaan Anda akan menyentuh hidup mereka!

    SEBUAH PENERIMAAN YANG TULUS
    MEMBUAT JALAN MENUJU TUHAN MENJADI MULUS

    Komentar oleh devi | Februari 16, 2010 | Balas

    • Perfect!! 100 agree! Karena itu juga kali ya Manusia sering diingatkan untuk tidak lupa dan rajin mendengarkan suara hati ketimbang mendengarkan logika otak….

      Mantab!

      Komentar oleh kukuh234 | Februari 17, 2010 | Balas

  14. wah… pemikiran kita sama 🙂
    tapi saya nggak pernah bisa tuch menjabarkannya sampe sedemikian rupa. Walaupun pemikirannya sama tapi klo cara sampeinnya beda mungkin hasilnya juga akan beda ya???
    hehehe…
    nice post 😉

    Komentar oleh kikakirana | Februari 25, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: