My Stories …

Just another WordPress.com weblog

If It’s Important, You’ll Find A Way. If It Isn’t, You’ll Find An Excuse

Some people dream of success, others make it happen. Of course, you can dream as much as you like but waiting for things to happen gets you nowhere. Get active and start making things happen.
 
Whatever journey your path takes you on, the most important thing is to have passion in what you do.
 
How many of you went to college, got your degree, and ended up doing something totally unrelated to your major? Studying it did not make you passionate about it. It wasn’t your path.
 
Education or even talent aren’t worth much without passion. So do the stuff that you love and you’ve always wanted to do because without it, you’ll feel stuck and unfulfilled. If you work in a bank but your dream is to be a naturopath, then make those changes now. Make this year the turning point in your life. When you do what you love you will be rewarded — it will just flow naturally.
 
Look at those around you who just make things happen. They have a clear goal in mind and they know where they want to go. They don’t always have a plan but they have the passion and the tenacity to make it work, and they achieve their goals as the end result.
 
Trust us when we tell you this. If something important to you, you WILL find a way. If it isn’t, you’ll find an excuse. It’s that simple. Find your way. Make it work, whatever it takes. Are you 10 kilos heavier than you should be? It is simple: Commit, go to that gym every day, no excuses, and train until you lose those 10  kilos. When you accomplish this, you’ll have the confidence to do more. Set a goal and make it happen.
 
Want to stop smoking? Stop making excuses, take control of your circumstances before they take control of you.
 
Success isn’t just about what you accomplish in your life, it’s about what you inspire others to do and when you do accomplish something as simple as quitting smoking or losing weight, you’ll inspire others to do the same. Anyone can change the world, and everybody should try. And it all starts with your own life.
 
Stop waiting for the perfect time to do what you want to do. Do it now.

Agustus 4, 2011 Posted by | Renungan | 2 Komentar

Menjadi Yang Terbesar

SEKELOMPOK kuda liar sedang makan rumput di sebuah padang belantara. Tiba-tiba muncul seekor harimau kelaparan yang tengah mencari mangsa. Kuda-kuda itu serentak melindungi diri dengan cara berdiri saling berhadapan membentuk lingkaran. Sang harimau tidak berani mendekat, takut kena tendang. Akan tetapi, dengan tipu muslihatnya ia lalu berkata, “Sungguh sebuah barisan yang bagus. Bolehkah aku tahu kuda jenius mana yang mencetuskan idenya?” Kuda-kuda itu termakan hasutan sang harimau. Mereka berdebat siapa yang pertama kali mencetuskan ide membuat barisan kokoh tersebut. Tidak ada kata sepakat, akhirnya mereka cerai-berai. Sang harimau pun dengan mudah memangsa mereka satu per satu.

“Jangan mencari-cari kebesaran sebab itu justru menunjukkan ‘kekecilan’ diri kita”

April 5, 2010 Posted by | Renungan | 3 Komentar

Tujuh Dosa Sosial….

Kalau setiap manusia telah merasa dirinya benar dan baik di mata Tuhan dan sesama, lalu sadarkah kita semua akan ketujuh dosa sosial ini? (Mahatma Gandhi)
1.Kekayaan tanpa kerja
2.Kenikmatan tanpa nurani
3.Ilmu tanpa kemanusiaan
4.Pengetahuan tanpa karakter
5.Politik tanpa prinsip
6.Bisnis tanpa moralitas
7.Ibadah tanpa pengorbanan

Maret 8, 2010 Posted by | Renungan | 2 Komentar

Nelayan Jepang & Ikan

TAK ada yang menyangsikan kalau masyarakat Jepang begitu menggemari ikan. Sampai-sampai, tingkat konsumsi ikan di Negara Samurai ini cukup tinggi ketimbang negara-negara di Asia lainnya. Sekalipun, juga untuk kebutuhan export-import-nya. Alhasil, para nelayannya pun harus bekerja keras ke berbagai penjuru lautan untuk mendapatkan tangkapan ikan yang diinginkan dan berharap tangkapannya memiliki daya jual yang tinggi.

Alkisah, sekelompok nelayan asal Jepang, sedang pergi melaut dengan menggunakan kapal  penangkapan ikan tradisional mereka. Setelah menempuh perjalanan seminggu, sampai juga mereka di titik dimana ribuan ikan berada.

Hati mereka senang. Mereka berhasil menangkap ratusan ikan. Mereka pun memutuskan kembali ke darat. Sayang, sesampainya di darat, mereka tak sadar kalau ikan-ikan mereka membusuk. Selain jauhnya jarah tempuh kembali ke darat, juga lantaran kapal mereka tak di lengkapi tempat pendingin.

Laku kah ikan mereka? Sama sekali tidak……

Namun para nelayan tadi tak patah arang. Bulan berikutnya, mereka kembali melaut. Kapal mereka pun kini telah dilengkapi dengan tempat pendingin. Sepanjang perjalanan, terbayang di dalam kepala mereka, ratusan ribu yen akan mengalir deras di kantong mereka. Karena mereka yakin, hasil tangkapan ikan mereka tidak lagi akan membusuk.

Sampai juga mereka di titik penangkapan ikan. Kembali, ratusan ikan berhasil terjaring. Mereka pun langsung memutuskan untuk kembali ke darat dengan penuh rasa senang. Sayang, sesampainya di pasar ikan, apa yang mereka perkirakan, tak semuanya terwujudkan.

Laku kah ikan mereka?  Laku. Tapi, dengan harga rendah. Karena Orang Jepang lebih menyukai ikan yang fresh….

Para nelayan kembali memutar otak. Akhirnya, muncul ide untuk membuat kolam air penampungan di tengah kapal mereka. Dan, segera berangkatlah mereka kembali ke tengah laut untuk menangkap ikan.

Ikan pun kembali di dapat. Pikir mereka, pasti kali ini tak ada lagi hambatan untuk meraup keuntungan yang banyak. Ikan pasti masih fresh sesampainya di darat. Tapi sayang, kembali dugaan mereka tidak sepenuhnya terwujudkan.

Laku kah ikan mereka? Laku….. Tapi kembali, dengan harga tidak terlalu tinggi. Selain menyukai ikan yang fresh, orang Jepang ternyata baru rela memberikan harga tinggi apabila mendapatkan ikan yang dinamis…..

Ikan yang dinamis? Gimana caranya yaaaaaa……. Pppffff…..

Tapi, dasar para nelayan Jepang juga, yang tak pernah kehilangan akal. Mereka menemukan ide brilian!!!

Mereka memasukan seekor ikan Hiu di dalam kolam penampungan ikan di kapal mereka. Alhasil, ikan-ikan tangkapan mereka pun akan dibuat bergerak sepanjang hari, sampai kapal mendarat.

Dan, dugaan mereka kali ini benar….. Setelah berhasil menangkap ikan di tengah laut, mereka pun langsung bergegas kembali ke darat.

Laku kah ikan mereka? Laku… Dengan harga tinggi? Ya, dengan harga yang sangat tinggi. Karena ikan mereka fresh dan dinamis.

Kisah nelayan Jepang dan ikan diatas, sama seperti kisah keseharian manusia yang ingin memiliki daya jual tinggi.

Dia harus selalu ”Pantang Menyerah, Terus Fresh, Tahan Banting, Dinamis dan Tak Berhenti Berkarya”

Februari 25, 2010 Posted by | Renungan | 8 Komentar

2 Mata + 2 Telinga = 1 Hati

KITA lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari DUA BUAH SISI Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah. Karena apa yang kita dengar belum tentu suatu kebenaran.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang kita pikirkan dalam otak kita jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 MATA, 2 TELINGA tapi kita Cuma diberi 1 buah MULUT. Itu Artinya Kita harusnya lebih MENDENGAR, MELIHAT 2X lebih banyak daripada BERBICARA. Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Karena ucapan yang menyakitkan sangat sulit ditarik kembali.

“It take a lifetime process to build a friendship, but it only take a few words to destroy it”

Sehingga ingatlah BICARA yang perlu tapi LIHAT dan DENGARLAH sebanyak-banyaknya, supaya kita TIDAK menyakiti perasaan orang lain.

“The trouble with too many people is they believe the realm of truth always lies within their vision,” – Abraham Lincoln

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian kasih diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mengasihi dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mengasihi kita seperti kita mengasihi dia.

So, berilah kasih tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan arti kasih yang jauh lebih indah……

From someone to everyone

Februari 24, 2010 Posted by | Renungan | 4 Komentar

I LOVE U BECAUSE…

TANPA disadari, banyak hubungan yang patah hilang dan berganti karena tidak memiliki komitmen.

I love her because of the way she treats me,
I love him because of the way he makes me feel,
I love her because she’s so beautiful,
I love him because he’s feeling on my feet with roses and jewels,

Orang sering mendasari cinta atas hal-hal yang dianggap indah. It may sound romantic dan melakukan hal tersebut bukan sesuatu yang salah. However, sometimes too romantic that we often hear people saying that in cinema, with us eating pop corn and sush-ing rude people.

Mungkin kita sendiri sering berpikir:

I love her because of the way she treats me (what happens if she stops treating you the way you love?)
I love him because of the way he makes me feel (then what happens ig he stops making you feel that way?)
I love her because she’s so beautiful (three weeks later, a bus hit her..)
I love him because he’s feeling on my feet with jewel’s and roses. (out of blue, he broke that he could’nt buy you roses and jewels anymore.)

Jarang ada yang mengatakan,
“Saya Sayang Dia karena Saya INGIN Sayang Dia”.

Itulah KOMITMEN.

Komitmen adalah sumber kekuatan bukan sesuatu yang justru membuat orang takut untuk menghadapinya.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami, menerima dia ketika sedang tampan dan menerima juga manakala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh, dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa.

Komitmen memberi perhatian, komitmen menjadi orang tua, komitmen menjadi sahabat hidup, komitmen memberi kasih sayang dan segala komitmen lain, apapun bentuknya.            

That’s how far a commitment will take you
Commitment will give me the strength to make me love someone…. unconditionally.
It’s tough but hey…he will love me back the same way.
I love you because i want to… T
hat’s a powerful sentence, right there.

Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dulu atau mendadak miskin.

Will you still love them, then? That’s why you need commitment.

Don’t Love Someone Because of What/How/Who They are.
From Now On, Start Loving Someone Because You Want To.

Januari 26, 2010 Posted by | Renungan | 22 Komentar

Past – Present – Future

Hari kemarin, (PAST) 
Kita nggak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi, kan? 
Kita nggak bisa menarik perkataan yang telah terucap… 
Kita nggak mungkin lagi menghapus kesalahan kemarin;
dan juga mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin, kecuali mengingatnya..

Biarkan hari kemarin lewat;
Lepaskan saja…
Relakan semuanya yang telah terjadi….

Hari esok. (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit, 
Kita nggak bakal tau apa yang akan terjadi, kan? 
Kita nggak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita nggak mungkin sedih atau ceria di esok hari, hari ini.
Esok hari belum tiba; biarkan sajalah…

Yang ADA kini hanyalah,
Hari ini (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan diri kita buat hari ini sajalah.
Kita dapat mengerjakan banyak hal hari ini.

Jika kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan
ketakutan akan hari esok,
Hiduplah untuk hari ini.

Karena,
masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada sekarang hanyalah hari ini.

Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada kita.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.

Ingatlah, kalau kita menunjukkan penghargaan pada orang lain, itu bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita sendiri.

Jangan biarkan masa lalu mengekangmu ataupun, yang masa depan membuatmu bingung. Lakukan saja yang terbaik hari ini…..

Karna kita masih punya kesempatan untuk melakukannya…

Januari 14, 2010 Posted by | Renungan | 2 Komentar

EARLY YEAR DEVOTION…

IMAGINE that life as game of skilled where we should maintain the balance of 5 balls thrown up in the air and we should preserve the balance of these 5 balls. 

The above-mentioned 5 balls are:

  1. Job
  2. Family
  3. Health
  4. Friend and
  5. Spirit

Soon we’ll understand that “Job” is a rubber ball. If we drop it, it shall rebound.

However the remaining 4 balls: Family, Health, Friend, and Spirit were made from glass. If we drop them, it will caused hurt, marked, scratched, damage, or even fall into pieces. And remember” they will never return as they were before”

We really have to well understand it and try with hard to keep them in balance.

How?

  • Do not spoil our value of it by compare it with others.

             Differences arise was created to make each of us feel special.

  • Do not set your goal and target based on what other think is important.

             Only we, our self who can understand and can feel “what is best for our self”.

  • Do not under estimate things which are close to our heart, instead stay close to it as if it is the reason for us to live, in which without it, our life seems feel meaningless.                                                                                                                                                                                    
  • Do not let our life sink by living in the “past” or dream of the future.

             One day of one moment means live for the entire time of your life.

  • Do not give up when we still have things to give.

             No one is loose until they really stop trying

  • Do not afraid to admit that we are not perfect.

             Imperfection is bunch of vulnerable strings which tied us up between one to another.

  • Do not afraid to face risk.

             Consider risk as an opportunity for us to learn to be more courageous.

  • Do not try to stopping LOVE from entering your life by saying:” impossible for me to find it”. The fastest way to discover love is to give love, the fastest way to loose love is too hold it too tight, and the best way to make love growing is by give love “wings”.
  • Do not run, although life seems so fast, as it shall make us forgot where we came from and where we are heading.
  • Do not forget that the biggest emotional need of someone is the need to be appreciated.

             Do not afraid to learn something. Knowledge is the treasure that we can always carry with us wiht no burden.

  • Do not use words and time thoughtlessly, because we can re-do them once it’s past.
  • Life is not a race, instead it’s a journey where every step of the way shall be enjoyed.
  • Last, lets remember that:

 PAST is HISTORY

FUTURE is MYSTERY

And

PRESENT is GIFT

Januari 5, 2010 Posted by | Renungan | 1 Komentar

Silent Mode….

………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………..

Desember 21, 2009 Posted by | Renungan | 2 Komentar

Teori Berat Benda….

Justice

SEBUT saja namanya Pak Ali. Dia seorang guru Fisika. Pada saat memberikan pelajaran tentang berat benda, Pak Ali mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswa:

“Menurut kalian, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. Uniknya, Pak Ali mencoba menjawab dan menjelaskannya penuh dengan filosofi hidup.

“Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama kalian memegangnya,”

Lebih lanjut Pak Ali berkata….

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin kalian harus memanggilkan ambulans untuk saya,”

“Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jadi, jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya”

Pak Ali lalu mencoba memberikan solusi…

“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi,”

“Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak kalian hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi,”

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Dan, sebenarnya bukan BERAT beban yang membuat kita stress, tetapi LAMA-nya kita memikul beban tersebut….

November 4, 2009 Posted by | Renungan | Tinggalkan komentar